BITUNG, BahanaInspirasi.com – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) buka suara terkait dugaan intimidasi terhadap penerima PKH untuk memenangkan dua orang Caleg dari PSI di Pemilu 2024.

Para pendamping mengaku, mereka juga mendapat tekanan dari Koordinator Wilayah (Korwil) PKH Sulut, inisial NM agar mengarahkan ribuan penerima PKH di Kota Bitung agar mencoblos dua Caleg PSI yakni Caleg DPRD Provinsi Sulut Dapil Bitung-Minut, Melky Jakhin Pengeman dan Caleg DPR RI Dapil Sulut, Denny Tewu.

Menurut salah satu pendamping PKH, Risky (nama samaran,red), arahan itu disampaikan langsung Korwil PKH Sulut, NM saat digelar pertemuan pada 2 Januari 2024 di wilayah Kecamatan Girian.

“Saat pertemuan yang dihadiri hampir semua pendamping PKH se-Kota Bitung, NM melakukan video call dengan dua Caleg PSI untuk melaporkan kesiapan kami untuk memenangkan lewat 5.255 orang penerima PKH di Kota Bitung,” kata Risky, Jumat (9/2/2024).

Sebelum melakukan video call dengan Melky dan Denny, kata Risky, NM terlebih dahulu bercerita soal arahan dari Kemensos untuk membantu Caleg-caleg PSI yang ada di daerah.

Bahkan katanya, NM sudah bertemu langsung dengan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep serta Caleg yang wajib dibantu di Sulut, yakni Melky dan Denny.

“NM juga menyampaikan kepada kami jika dirinya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey untuk menggunakan penerima PKH untuk pemenangan Caleg-caleg PSI di Sulut,” katanya.

Tidak hanya Caleg PSI, menurut pendamping PKH lainnya, Sintia (nama samaran,red), NM dalam pertemuan itu juga mengarahkan untuk memenangkan salah satu pasangan Capres yakni pasangan nomor urut 2.

“NM secara terang-terangan meminta agar kami mengarahkan penerima PKH agar mendukung Capres Gemoy dan itu beberapa kali diulang dalam pertemuan. Jadi tugas kami bukan hanya dukung Caleg PSI tapi juga Capres Gemoy,’ kata Sintia.

Baik Risky maupun Sintia, keduanya sama-sama mengaku jika tidak mengikuti arahan yang disampaikan NM, maka siap-siap untuk dicoret sebagai pendamping PKH. Begitu juga dengan penerima, NM mengancam tidak akan segan-segan mencoret sebagai penerima jika ketahuan tidak memilih Caleg PSI serta Capres Gemoy.

“NM menyatakan itu merupakan instruksi dari Kemensos dan sudah disetujui Gubernur Sulut, sehingga pendamping PKH wajib untuk mengarahkan para penerima memenangkan dua Caleg yang direkomendasikan serta Capres Gemoy. Makanya kami juga menekan para penerima PKH agar mengikuti arahan,” kata keduanya.

Sementara itu, upaya konformasi ke Korwil PKH Sulut, Noldy Mangerongkonda belum membuahkan hasil. Noldy belum merespon WhatsApp yang dikirim terkait penerima PKH di Kota Bitung diarahkan untuk mencoblos dua Caleg PSI dan Capres Gemoy.

(redaksi)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Developer