MANADO, BahanaInspirasi.com – Hitung cepat yang digelar sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka berada di posisi pertama dengan suara di kisaran 58% di pemilihan presiden atau pilpres 2024.

Hasil ini membuat peluang Prabowo – Gibran menang dalam satu putaran pemilihan presiden terbuka lebar.

Berdasarkan hasil hitung cepat sementara, Prabowo – Gibran meraih suara di rentang 57% hingga 59%.

Selanjutnya pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar berada di urutan kedua dengan suara di rentang 24% – 26%.

Adapun pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD berada di urutan ketiga dengan suara di rentang 16% hingga 18 %.

Direktur Algoritma Research and Consulting Aditya Perdana mengatakan potensi kemenangan Prabowo – Gibran seperti yang terlihat dari hasil quick count sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan.

Ia menyebut peluang itu sudah tercermin dari sejumlah hasil survei yang sebelumnya telah dirilis berbagai lembaga menjelang sebelum pemungutan suara.

Aditya mengatakan hasil pemilihan presiden hari ini merupakan cerminan dari masih besarnya penerimaan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo.

Meski tidak menyampaikan secara resmi, Jokowi dalam berbagai kesempatan menunjukkan dukungan kepada Prabowo-Gibran yang disebut sebagai menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden yang melanjutkan program pemerintah saat ini.

Sumbangan suara dari pendukung Jokowi pada Prabowo – Gibran menurut Aditya tercermin dari hasil suara partai menurut quick count. Saat ini suara partai pendukung utama seperti Gerindra tidak terlalu dominan menopang suara.

Di sisi lain pada pemilu 2019 basis suara Prabowo juga lebih rendah dari hasil quick count pemilu 2024. Ditambah lagi basis pendukung Prabowo di 2019 sudah terbelah pada pemilu 2024.

“Itu membuktikan dampak Jokowi Effect masih sangat mempengaruhi elektoral calon presiden,” ujar Aditya kepada Katadata.co.id, Rabu (14/2).

Direktur Poltracking Indonesia Hanta Yudha juga menjelaskan hal sama. Menurut Hanta efek Jokowi sangat terlihat dari kemenangan Prabowo – Gibran di sejumlah daerah seperti Jawa Tengah dan Bali.

Merujuk data hitung cepat Poltracking, pasangan Prabowo – Gibran meraih suara 53% di Jawa Tengah mengalahkan Ganjar Pranowo – Mahfud MD yang dikuasai oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Pada 2019 Jawa Tengah merupakan basis suara PDIP dan Jokowi.

“Eksodus pemilih Ganjar ke Prabowo betul-betul masif di Jawa Tengah dan itu faktor Pak Jokowi,” ujar Hanta seperti dikutip, Rabu (14/2).

Selain itu menurut Hanta menjelang pencoblosan migrasi masyarakat yang puas kepada Jokowi dari semula mendukung Ganjar menjadi mendukung Prabowo juga semakin jelas.

Hasil hitung cepat menurut dia juga mengkonfirmasi kepuasaan publik pada Jokowi masih tinggi.

Beda Kekuatan PDIP di Pemilu dan Pilpres

Di sisi lain, Aditya mengatakan hasil hitung cepat sejumlah lembaga menunjukkan adanya upaya keras dari PDIP untuk memastikan kemenangan. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menurut dia menjaga kantong suara dengan relatif baik.

Namun untuk urusan pilpres PDIP dinilai kesulitan dalam menghadapi dominasi pendukung Jokowi. Pemilu 2024 menurut dia juga menunjukkan pilihan partai tak sejalan dengan pilihan capres.

“Jadi ini saling mempengaruhi antara Jokowi dan PDIP,” ujar Aditya.

Merujuk sejumlah hasil hitung cepat, PDIP saat ini masih menjadi partai yang meraih suara terbanyak. Data hitung cepat dari Litbang Kompas misalnya menunjukkan suara PDIP mencapai 17,76%.

Data itu diambil pada pukul 19.55 WIB dengan total data masuk 43,2%. Adapun menurut survei Poltracking, PDIP meraih suara 18,81% dengan total data masuk 36,9%.

(redaksi)

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Faktor Jokowi Dinilai Jadi Penyumbang Migrasi Suara ke Prabowo-Gibran” , https://katadata.co.id/berita/nasional/faktor-jokowi-dinilai-jadi-penyumbang-migrasi-suara-ke-prabowo-gibran/65ccbb8e56cbb

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Developer